semarang
Benteng Pendem
Benteng Pendem, begitu masyarakat menyebutnya. Salah satu tempat wisata di Semarang, tepatnya di Ambarawa. Benteng ini merupakan satu dari sekian banyak tempat wisata sejarah di Ambarawa. Yang cukup populer adalah Museum Kereta Api dan Museum Palagan Amabarawa. Benteng Pendem ini juga pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi syuting film Soekarno, karya sutradara Hanung Bramantyo.
Ambarawa merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang, tepatnya Semarang bagian selatan. Berjarak sekitar 40 km dari Kota Semarang, Ambarawa pernah menjadi ibukota Kabupaten Semarang yang kini terletak di Kecamatan Ungaran. Ambarawa juga dikenal dengan julukan kota Palagan Ambarawa.
Benteng Pendem berlokasi dekat dengan Museum Kereta Api Ambarawa, berada di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa dan berada di Kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa. Untuk masuk ke area Benteng Pendem ada dua jalan yang bisa anda lalui. Pertama melalui pintu masuk Lapas Ambarawa atau melalui jalan alternatif di dekat RSUD Ambarawa.
Benteng Pendem yang juga termasuk area lapas, sebagiannya masih menjadi pemukiman warga. Jadi untuk masuk area Benteng Pendem, anda harus terlebih dahulu mendapatkan ijin dari petugas lapas. Disamping itu, dianjurkan saat berada didalam lokasi benteng untuk tidak ramai dan membuat kegaduhan karena bisa mengganggu warga yang bertempat tinggal disana.
Bagi para pecinta fotografi, berwisata ke Benteng Pendem Ambarawa ini tentu bisa menjadi momen berharga karena disini menawarkan pemandangan kuno yang eksotis. Beberapa sudut benteng dapat dijadikan latar berfoto untuk menggambarkan suasana kuno dan historis.
Sejarah Benteng Pendem Ambarawa
Benteng Pendem dibangun pada tahun 1834 dan rampung pada tahun 1845. Dijuluki Benteng Pendem karena letaknya yang berada di bawah tanah atau terkubur. Benteng yang aslinya diberi nama Benteng Fort Willem I sengaja dibangun di bawah tanah sebagai bagian dari siasat perang pada jaman penjajahan Belanda.
Pada tahun 1840-an ketika VOC berkuasa di Jawa, Ambarawa merupakan titik sumbu strategis antara Semarang dan Surakarta. Pada awal abad 18, VOC membangun benteng-benteng di sepanjang jalur Semarang – Oenarang (sekarang Ungaran) – Salatiga – Surakarta (Solo). Rancangan ini dimaksudkan untuk pengembangan hubungan dengan Kerajaan Mataram. Kamp-kamp militer juga dibangun di kota kota yang dilalui, tak terkecuali Ambarawa. Pada masa kekuasaan Kolonel Hoorn, tahun 1827-1830, sempat ada barak militer dan penyimpanan logistik militer, dan pada tahun 1834 dibangunlah sebuah benteng modern di Ambarawa yang kemudian diberi nama Benteng Willem I yang pembangunannya berakhir pada tahun 1845.
Pada tahun 1853 sampai tahun 1927 digunakan sebagai barak militer KNIL yang terhubung ke Magelang, Yogyakarta, dan Semarang melalui jalur kereta api. Pada umumnya benteng dibangun dengan prinsip defensif dan kuat yang dimaksudkan untuk pertahanan dari serangan musuh. Sering dijumpai pula dibangun parit mengelilingi benteng untuk memaksimalkan pertahanan. Namun Benteng Willem I ini ternyata memiliki desain yang berbeda. Dengan banyak jendela, benteng ini bukan dirancang untuk pertahanan. Kemungkinan adalah untuk barak militer dan penyimpanan logistik militer. Di benteng ini juga tidak dilengkapi bangunan sebagai tameng. Dan tidak ada bekas bekas lobang di puncak puncak dinding seperti halnya pada benteng benteng peninggalan Portugis yang dirancang untuk memasang meriam.
sumber : http://zona-indonesia.net/349-benteng-pendem-tempat-wisata-di-semarang-yang-terpendam
04.58

Tidak ada komentar:
Posting Komentar